Khaifiat Dakwah (Pendekatan Dakwah)

0
791

Dalam kita berdakwah dapat menggunakan berbagai macam pendekatan dan yang paling penting adalah sebagai berikut:

  1. Dakwah Fardhiyah dan Pendekatan Pribadi atau Individu

Di antara cara-cara atau uslub dan pendekatan dakwah yang terpenting adalah individu (dakwah fardhiyah) dan mengadakan pendekatan langsung dengan individu yang didakwahi. Namun, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menjalankan dakwah fardhiyah di antaranya:

  1. Mengenal secara dekat pribadi yang akan dijadikan objek dakwah sebelum melakukan kontak langsung mengenai masalah yang berhubungan dengan tujuan pendekatan,
  2. Setelah dapat dihubungi atau dikontak, hendaklah diyakinkan terhadap kebenaran yang anda sampaikan dengan cara yang lemah lembut dan jangan ada kesan seolah-olah ada unsur paksaan, dan
  3. Jangan sesekali anda melahirkan atau menunjukkan sikap angkuh dan merasa lebih hebat darinya, seperti firman Allah swt:

“serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)

“sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali-Imran: 159)

 

  1. Penyampaian Buku-buku

Menyampaikan buku-buku Islam atau risalah-risalah merupakan langkah pertama untuk membuat komunikasi individual dengan mereka.

 

  1. Ceramah-ceramah

Ceramah, pengajian umum, dan nasihat-nasihat merupakan salah satu cara dakwah yang berguna untuk mencapai tujuan dakwah. Tetapi di dalam menggunakan cara ini, hendaklah diperhatikan orang-orang yang menghadirinya dan siapa yang mengajukan pertanyaan sesudah acara ceramah atau pengajian.

 

  1. Berkomunikasi dengan Ahli Ibadah

Mengadakan hubungan dengan para ahli ibadah adalah penting, sebab mereka besar kemungkinan untuk menerima dan menyambut ide-ide gerakan dengan positif.

 

  1. Akhlak Da’i

Pendekatan dakwah melalui akhlak da’i dengan qudwah (contoh atau teladan) yang baik, bersih, mesra, ramah, senang didekati, sikap sopan, dihormati dan disegani, pendiam dan serius, sedikit tertawa dan senda gurau, tidak berbolak-balik, halus budi bahasa, tidak suka mencampuri urusan orang lain, menjauhi ucapan-ucapan kotor, kasar dan keji, semua ciri-ciri tersebut merupakan faktor penting untuk menarik kepercayaan orang yang didakwahi. Oleh kerana itu, hendaklah anda
bersungguh-sungguh membentuk diri dengan akhlak yang terpuji.

 

 

 

Sumber:

Syaikh Mustafa Masyhur. Amal Jama’i (Gerakan Bersama). Pustaka Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.